--

Menghimpun seluruh berita, tulisan, jurnal bernuansa agama yang dapat menyatukan ummat

Finalis Nasional Guru Inovatif, Yulia Wahyuni Istikamah Berinovasi di MAN 2 Kota Parepare

Parepare, (Kemenag Parepare) - Statusnya yang masih CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) tidak menciutkan nyali Yulia Wahyuni sebagai Pendidik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare untuk terus istikamah berinovasi bagi peserta didik.

Prinsip teguhnya "Inovasi adalah Hadiah untuk Peserta Didik" menuntun Yulia Wahyuni menuju puncak sebagai Finalis Nasional Guru Inovatif dalam gelaran AGTK (Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan) Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2025.

Terbukti pada Jumat, 28 November 2025 via daring dirilis pengumuman resmi yang menempatkan nama Yulia Wahyuni, Pendidik MAN 2 Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan tercatat di nomor urut 1 nominasi Finalis AGTK Tingkat Nasional kategori Guru Inovatif. 

Dikonfirmasi oleh tim redaksi via ponsel (telepon seluler), Yulia Wahyuni mengisahkan tahap perjalanan panjangnya mengikuti AGTK Kemenag Tingkat Nasional Tahun 2025 tersebut. 

"Perjalanan saya mengikuti AGTK Kemenag 2025 kategori Guru Inovatif Tingkat Nasional ini dimulai dari keinginan untuk membagikan praktik yang saya jalankan di kelas. Saya mengumpulkan bukti inovasi seperti latar belakang masalah, solusi berupa media atau metode pembelajaran inovatif, dokumentasi, dampak nyata serta testimoni peserta didik. 

Setelah itu, saya mendaftar melalui sistem resmi AGTK. Hal ini menjadi langkah penting ketika saya dinyatakan lolos seleksi administrasi. Kemudian, berkat motivasi Kepala Madrasah dan seluruh pemangku kepentingan di MAN 2 Kota Parepare, serta petinggi Kemenag membuat saya semakin siap menghadapi tahap berikutnya. 

Tatkala saya mengikuti presentasi dan wawancara via 'zoom', saya menjelaskan inovasi, implementasi, dampak tantangan, dan rencana pengembangannya. Meskipun menegangkan, saya yakin karena izin Allah,  beserta adanya doa ataupun suportif dari Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Kakan Kemenag dan Kasubag TU Kemenag Kota Parepare, begitu pun Kepala Madrasah. Alhamdulillah, hasil akhir menunjukkan secara nasional saya tercatat nomor urut 1 dari 2 finalis lainnya," beber Yulia Wahyuni dengan naratif. 

Baginya, inovasi adalah hadiah untuk peserta didik. Setiap pembaruan, istikamah dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih mudah, menyenangkan, dan bermakna. Niscaya, Guru yang baik adalah Guru yang terus belajar sepanjang hayat; berada di kelas dan terus berinovasi demi masa depan peserta didik; serta senantiasa senang dan biasa membagikan praktik baik lewat media sosial. Selamat, Sukses, Inovatif, dan Terbaik! (Adi)

Share:

PPPK Paruh Waktu MAN 2 Kota Parepare Ikuti Pelantikan

 


Makassar, (Kemenag Parepare) - Nurrahmi Nuhung, Fitriani, dan Amir Abbas, Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare mendapat kesempatan mengikuti Pelantikan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Paruh Waktu di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis, 27 November 2025.

Berkenaan dengan itu, dalam suasana apel pagi sehari pascapelantikan, Hj. Darna Daming selaku Kepala MAN 2 Kota Parepare menyampaikan selamat kepada mereka yang telah dilantik. 

"Pascapelantikan PPPK paruh waktu MAN 2 Kota Parepare berarti Tenaga Kependidikan di madrasah kita bertambah. Dengan begitu, saya berharap pertambahan secara kuantitas ini diiringi pula dengan peningkatan kualitas kinerja," tuturnya berharap. 

Untuk diketahui  PPPK paruh waktu adalah pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja dengan jam kerja yang lebih fleksibel dan tidak penuh waktu.

Meskipun paruh waktu, statusnya tetap sebagai ASN yang diberikan nomor identitas pegawai. Gaji dan tunjangannya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia serta besaran jam kerja yang dijalani. 

Prioritas pendaftar dirancang khusus untuk non-ASN yang telah terdaftar di database BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan tidak lulus seleksi CPNS atau PPPK 2024, serta tenaga kerja berpengalaman lainnya yang tidak dapat mengisi formasi penuh waktu. 

Skema ini bertujuan memenuhi kebutuhan instansi dengan anggaran terbatas; memberikan kepastian status bagi non-ASN; memberikan kesempatan berkontribusi bagi tenaga ahli di sektor pemerintahan; dan menyelesaikan penataan pegawai non-ASN di lingkungan pemerintah. (Adi)

Share:

MTs DDI Labukkang Gelar Ujian Praktik Al-Qur’an Hadis, Empat Aspek Utama Jadi Penilaian


 

Parepare, (Kemenag Parepare) - Suasana khidmat dan penuh antusias menyelimuti siswa kelas VIII MTs DDI Labukkang saat mengikuti ujian praktik mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pada Kamis, 27 November 2025. Ujian praktik ini merupakan bagian dari pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, dengan fokus utama pada hafalan surah-surah pendek dalam Juz 30.

Dalam pelaksanaannya, guru penguji memilih tiga surah pendek dari Juz 30 untuk dibacakan oleh siswa. Selanjutnya, peserta ujian diminta menjelaskan makna dan kandungan surah Al-Fatihah sebagai bentuk penguatan pemahaman terhadap isi Al-Qur’an.

Hasmaini, guru pengampu mata pelajaran Al-Qur’an Hadits sekaligus penguji, mengungkapkan bahwa terdapat empat aspek utama yang menjadi penilaian, yaitu: kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, makharijul huruf, serta pemahaman makna dan kandungan surah.

“Sebagian siswa masih perlu bimbingan dari segi tajwid dan pemahaman makna surah. Harapan kami ke depan, mereka dapat terus meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an,” ujarnya.

Salah seorang siswa, Muhammad Rayhan, turut membagikan pengalamannya setelah mengikuti ujian. “Alhamdulillah, saya berhasil menyelesaikan setoran hafalan dengan lancar. Ini berkat bimbingan guru-guru di madrasah dan latihan yang saya lakukan di rumah,” ungkapnya penuh syukur.

Kepala Madrasah, Sinar, menegaskan bahwa ujian praktik ini merupakan bagian penting dari penilaian kompetensi keterampilan dalam kurikulum madrasah. “Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga memastikan bacaan Al-Qur’an siswa sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf yang benar, serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” jelasnya.



Ujian praktik ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an. Semangat dan antusiasme yang terlihat selama pelaksanaan kegiatan menunjukkan komitmen madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak dan berilmu.(Rs/Wn)

Share:

Dua Tahun Berjaya: Tim Bulutangkis Putri MAN 1 Plus Parepare Unggul di HUT PGRI 2025


 

Parepare, (Kemenag Parepare) - MAN 1 Plus Keterampilan Parepare kembali menorehkan prestasi gemilang. Tim bulutangkis putri yang diperkuat oleh Guru PJOK, Nurul Khatimah, bersama Tenaga Kependidikan, Bulkis Hakim, sukses meraih Juara 1 pada ajang lomba peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kota Parepare Tahun 2025.

Prestasi ini semakin istimewa karena pasangan tersebut kini telah membukukan dua kali kemenangan berturut-turut, setelah sebelumnya juga meraih Juara 1 pada ajang yang sama tahun lalu.

Pada kompetisi tahun ini, keduanya tampil sebagai perwakilan resmi PGRI Cabang Soreang, menghadapi sejumlah tim kuat dari berbagai instansi pendidikan. Laga final yang berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, menjadi puncak ketegangan ketika pasangan Nurul–Bulkis bertemu tim unggulan dari Dinas Pendidikan Kota Parepare. Pertandingan berlangsung seru dengan reli-reli panjang dan permainan agresif dari kedua tim. Namun berkat strategi yang matang, kekompakan, dan pengalaman tampil pada ajang sebelumnya, keduanya kembali mengamankan gelar juara.

Kepala MAN 1 Plus Keterampilan Parepare, Rusman Madina, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi madrasah. Ibu Nurul Khatimah dan Ibu Bulkis Hakim telah menunjukkan potensi besar dalam olahraga. Kemenangan ini membuktikan bahwa guru dan tenaga kependidikan kita mampu bersaing dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Bulkis Hakim mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa kembali memberikan hasil terbaik. Pertandingannya cukup menantang, tetapi kami tampil maksimal. Dua kali juara berturut-turut tentu tidak mudah, tetapi ini menjadi bukti kerja sama dan semangat kami untuk mengharumkan nama madrasah,” tuturnya.

Keberhasilan dua tahun beruntun ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Plus Keterampilan Parepare untuk terus mengembangkan bakat, meningkatkan prestasi, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan positif yang mengharumkan nama madrasah.(Akbar/Wn)

 

Share:

Pengawas Tinjau Ujian CBT, MAN 1 Plus Keterampilan Parepare Mantapkan Digitalisasi Evaluasi

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - Pelaksanaan Ujian Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 di MAN 1 Plus Keterampilan memasuki hari ketiga. Kamis, 27 November 2025. Pada kesempatan ini, Koordinator Pengawas, Hj. Hasnani, yang hadir dalam rangka kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah, menyempatkan diri untuk meninjau langsung jalannya ujian di sejumlah ruang kelas.

Kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala MAN 1 Plus Keterampilan, Rusman Madina, beserta ketua panitia ujian semester, Harlina, dan seluruh jajaran panitia lainnya. Dalam kesempatan ini, Hj. Hasanani melihat bagaimana proses evaluasi pembelajaran dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis Android. Para siswa mengerjakan soal melalui perangkat gawai masing-masing, sementara pengawas memantau proses ujian melalui sistem yang sudah dirancang dengan baik.

Kepala Madrasah, Rusman Madina, menyampaikan bahwa penggunaan ujian berbasis Android merupakan langkah madrasah untuk menghadirkan proses evaluasi yang lebih modern dan efisien.

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk dalam hal evaluasi pembelajaran. Sistem CBT berbasis Android ini membuat proses ujian lebih tertib, cepat, dan transparan,” ujarnya.

Ketua panitia ujian semester, Harlina, juga memberikan penjelasan terkait kesiapan teknis selama pelaksanaan ujian.

“Alhamdulillah hingga hari ketiga, pelaksanaan ujian berjalan lancar. Panitia selalu melakukan pengecekan jaringan, kesiapan server, serta memastikan pengawas memahami SOP ujian. Dukungan guru dan kedisiplinan siswa sangat membantu kelancaran kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Korwas Hj. Hasnani mengapresiasi langkah madrasah dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi. Ia menilai pelaksanaan ujian berjalan tertib dan terstruktur.

“Madrasah ini sudah berada di jalur yang tepat dalam mengembangkan budaya digital. Saya melihat seluruh proses berlangsung kondusif, dan siswa pun tampak adaptif terhadap sistem yang digunakan.”

Peninjauan ini menjadi wujud dukungan pengawas dalam memastikan mutu penyelenggaraan ujian berjalan optimal, baik dari sisi teknis, kedisiplinan, maupun kesiapan panitia secara keseluruhan.(Akbar/Wn)

Share:

MAN 1 Plus Parepare Gelar PKKM 2025: Wujud Komitmen Tingkatkan Mutu Kepemimpinan Madrasah

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - MAN 1 Plus Keterampilan Kota Parepare melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di Ruang Guru Madrasah pada Kamis, 27 November 2025.

Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kualitas kepemimpinan madrasah tetap berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Agama.

Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala MAN 1 Plus Keterampilan, Rusman Madina, yang menegaskan komitmen seluruh jajaran madrasah dalam mendukung proses penilaian ini sebagai upaya peningkatan mutu layanan pendidikan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Parepare, H. Syaiful Mahsan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa meskipun yang dinilai adalah kinerja kepala madrasah, namun hasilnya sangat dipengaruhi oleh kinerja seluruh tim yang bekerja di lingkungan madrasah.

“Yang dinilai memang kinerja kepala madrasah, namun hal itu sangat erat kaitannya dengan kerja tim. Saya salut dengan kekompakan dan kerja sama yang ditunjukkan oleh seluruh jajaran MAN 1 Plus Keterampilan Parepare,” ungkap Syaiful.

Syaiful Mahsan juga mengenang masa ketika pernah menjabat sebagai Kepala MAN 1 Kota Parepare. Melalui napak tilas singkatnya, ia menyampaikan bahwa sejak dulu madrasah ini dikenal dengan kerja samanya yang solid serta budaya gotong-royong yang kuat. Ia menyatakan rasa syukurnya bahwa budaya positif tersebut masih terus dipertahankan hingga kini.

Di akhir sambutannya, Syaiful memberikan penekanan penting pada ketertiban administrasi digital. Ia mengingatkan agar penggunaan Rapor Digital Madrasah (RDM), Simpatika, dan EMIS diperhatikan dengan baik, terutama terkait kevalidan data yang diunggah.

“Ketiga aplikasi ini saling berkaitan. Maka pastikan data yang diunggah valid dan mutakhir, karena akan berpengaruh pada banyak aspek penilaian,” pesannya.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim asesor PKKM, yaitu Hj. Hasnani dan Ismail Basri. Mereka melakukan pemeriksaan dokumen evidence serta memastikan instrumen PKKM terpenuhi sesuai pedoman yang berlaku.

Setiap koordinator tim tampil di hadapan asesor untuk mempresentasikan evidence masing-masing instrumen PKKM yang menjadi tanggung jawabnya. MAN 1 Plus Keterampilan menurunkan lima tim koordinator dalam pelaksanaan PKKM tahun ini:

1.      Tim 1 – Bun’yamina Hidayati, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan

2.      Tim 2 – Khadijah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum

3.      Tim 3 – Hasnawiah Rahman, Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana

4.      Tim 4 – Bulkis Hakim, Tenaga Kependidikan

5.      Tim 5 – A. Akbar Wahid (Ketua Tim PKKM) dan Suriyanti (Sekretaris)

Pada kesempatan tersebut, Suriyanti, selaku Sekretaris Tim PKKM, juga memberikan komentar singkat mengenai kelancaran kegiatan PKKM.

“Alhamdulillah, pelaksanaan PKKM berjalan lancar berkat kerja sama semua tim. Semoga usaha kita menghasilkan yang terbaik bagi madrasah,” ujarnya.

Kegiatan PKKM ini menjadi sarana evaluasi dan juga sarana refleksi bersama bagi seluruh warga MAN 1 Plus Keterampilan. Dengan kekompakan yang telah menjadi budaya madrasah, diharapkan hasil penilaian dapat memberikan penguatan bagi peningkatan mutu madrasah di masa mendatang.(Akbar/Wn)

Share:

Pencerdas Bangsa MAN 2 Kota Parepare Antarkan PGRI Bacukiki Barat Juara 1 Tennis Lapangan


 

Parepare, (Kemenag Parepare) - Dua Pencerdas Bangsa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare yang tergabung dalam Tim Beregu Tennis Lapangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Bacukiki Barat berhasil memenangkan dua  kali pertandingan secara beruntun.

Kemenangan ini mengantarkan Tim Beregu Tennis Lapangan PGRI Bacukiki Barat meraih Juara 1 dalam rangkaian gelaran Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Kota Parepare Tahun 2025.

Turun di partai pertama ketika melawan Tim Tennis PGRI Cabang Ujung, pasangan Suriyadi Mustamin-Nurhasman menang telak dengan skor 6-1 atas pasangan Iksan-Zakir Katjo. Kemenangan ini diikuti oleh dua pasangan Tim Bacukiki Barat lainnya.

Di babak final, turun di partai kedua melawan pasangan H. Sudirman-Khayadi dari PGRI Cabang Soreang, pasangan Suriyadi Mustamin-Nurhasman unggul lagi dengan skor 6-2. Kemenangan ini disusul satu pasangan lainnya sehingga Tim PGRI Bacukiki Barat dipastikan Juara 1 Tennis Lapangan.

Selepas merayakan kemenangan, dua Pencerdas Bangsa MAN 2 Kota Parepare tersebut berucap syukur alhamdulillah sambil berkomentar bahkan ini prestasi gemilang jelang akhir tahun 2025.

"Syukur alhamdulillah, kami mampu mengatasi permainan lawan. Kemenangan kali ini menjadi tambahan catatan prestasi gemilang sepanjang karier di dunia Tennis Lapangan. Sekaligus menjadi uji tanding dan persiapan kejuaraan Tennis Lapangan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan," komentar keduanya pada Rabu malam, 26 November 2025 di Lapangan Tennis Rumah Jabatan Wali Kota Parepare. (Adi)

Share:

Menginspirasi! Guru Parepare Rayakan HGN 2025 dengan Seminar Mindset Change dan Peluncuran Buku

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - Rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 Tahun 2025 di Kota Parepare berlangsung meriah dan penuh inspirasi melalui penyelenggaraan Seminar “Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change” serta Launching Buku “Bukan Sekadar Tata Bahasa”, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang digelar di Aula Ruang Pola Wali Kota Parepare ini dihadiri ratusan peserta, didominasi oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan. Seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara MGMP MTs, Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP Kota Parepare, dengan satu visi besar: memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan, khususnya di Kota Parepare.

Acara diawali dengan Launching Buku “Bukan Sekadar Tata Bahasa”, karya kolaboratif guru-guru Bahasa Indonesia. Prosesi peluncuran berlangsung khidmat dan penuh penghargaan terhadap kreativitas pendidik.

Setelah itu, dilakukan penandatanganan MoU kerja sama antara MGMP MTs, IGI, dan MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP sebagai komitmen sinergi berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi guru.

Suasana semakin hidup ketika seminar memasuki sesi dialog. Salah satu pertanyaan menarik datang dari Hj. Murni, perwakilan MGMP MTs, yang menyoroti pentingnya perubahan pola pikir siswa.

“Bagaimana guru dapat membantu siswa mengubah mindset mereka agar lebih positif?” tanya Hj. Murni.

Pertanyaan tersebut dijawab lugas oleh narasumber, Samril, yang menjelaskan bahwa proses perubahan mindset membutuhkan ketelatenan dan keteladanan.

“Perubahan karakter berbasis mindset adalah proses yang memerlukan kesabaran dan konsistensi. Guru dapat membantu siswa dengan memberikan contoh yang baik, memberikan umpan balik, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa guru masa kini harus berani berinovasi, terbuka terhadap perubahan, dan melihat kegagalan sebagai peluang untuk tumbuh.

Usai kegiatan, Sitti Amirah Rasyid, Ketua MGMP MTs Kota Parepare, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terlaksananya kegiatan kolaboratif yang inspiratif ini.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu guru hebat semua. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Semoga setiap langkah kita bernilai ibadah dan bermanfaat untuk kita semua,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan semangat para pendidik untuk terus bergerak maju. Para peserta mengaku sangat puas dan berterima kasih atas ilmu serta motivasi yang mereka peroleh selama seminar.(Rs/Wn)

 

Share:

MTs DDI Labukkang Gelar Perayaan Hari Guru Nasional Penuh Haru, Siswa Suguhkan Karya dan Persembahan Spesial

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - Suasana haru dan bahagia menyelimuti keluarga besar MTs DDI Labukkang saat menggelar perayaan Hari Guru Nasional (HGN) pada Selasa (25/11/2025).

Para siswa tampil dengan berbagai karya sederhana namun penuh makna, sebagai bentuk cinta dan penghargaan kepada bapak dan ibu guru. Mereka membuat kartu ucapan model tiga dimensi disertai ucapan terima kasih kepada guru-guru dan menempelkan foto-foto guru juga.

Tidak hanya itu, mereka juga mengadakan lomba seru antarguru yang menambah kehangatan dan keceriaan perayaan tahun ini.

Salah seorang siswa, Zaskhi, mewakili seluruh teman-temannya menyampaikan ucapan terima kasih yang menyentuh hati.

“Terima kasih bapak dan ibu guru atas ilmu dan pengalaman yang telah diberikan. Kami akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk membanggakan bapak dan ibu guru,” ungkapnya tulus.

Pada momen yang sama, Kepala MTs DDI Labukkang, Sinar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdian mereka.

“Hari ini kita memperingati Hari Guru Nasional, sebuah hari yang sangat penting bagi kita semua. Kita harus menghargai dan menghormati peran guru dalam mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk selalu meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Ibadah adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan hidup,” pesannya dalam sambutan.

Suasana acara berubah semakin haru ketika para peserta didik mempersembahkan deretan lagu bertema guru, seperti Hymne Guru dan Terima Kasihku. Banyak guru terlihat menahan air mata saat mendengar lantunan penuh ketulusan dari para siswa. Acara kemudian ditutup dengan lagu ceria Guruku Tersayang, yang menggambarkan kedekatan dan kehangatan hubungan antara guru dan siswa di MTs DDI Labukkang.

Kharlina Mathar, salah seorang guru tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. “Ini adalah hadiah terindah bagi kami, semua lelah mengajar, membimbing kalian adalah keihlasan kami agar kalian tidak hanya pintar tetapi juga berakhlak mulia,"ujarnya.(Rs/Wn)

 

 

 

 

Share:

Kemenag Parepare Perkuat Edukasi Perlindungan Perempuan dan Anak untuk Cegah Kekerasan

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - Kepala Kementerian Agama Kota Parepare, H. Irfan Daming, menjadi narasumber dalam program live streaming Talkshow TV Peduli Parepare, Rabu, 26 November 2025.

Talkshow kali ini mengangkat tema “Parepare Kota Sehat: Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Pembangunan Berkelanjutan.”

Dalam dialog itu, Irfan Daming tampil bersama dua narasumber lainnya, yaitu Kabid PPA DP3A Kota Parepare, Cica Jamaluddin dan serta Rusdi dari Dinas Sosial Kota Parepare.

Kementerian Agama Kota Parepare menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui pendekatan edukasi keagamaan dan penguatan regulasi perkawinan. Dalam paparannya, Irfan menekankan bahwa perempuan memiliki posisi sentral dalam ketahanan keluarga, sehingga pencegahan kekerasan harus dimulai dari pemahaman agama yang benar.

“Perempuan harus dilindungi, karena saat perempuan baik, keluarga dan anak-anak juga akan baik,” ujarnya.

Kemenag Parepare memperkuat edukasi melalui sejumlah program seperti Bimbingan Pra Nikah (Binwin), Kursus Calon Pengantin (Suscatin), dan penyuluhan remaja usia sekolah. Program-program tersebut fokus pada pembentukan keluarga yang sehat, bebas kekerasan, serta memahami hak dan kewajiban suami–istri menurut agama dan peraturan perundangan.

Irfan juga menegaskan pentingnya penerapan batas usia minimal menikah 19 tahun, sesuai Undang-undang Perkawinan 2019. Ia menilai rendahnya literasi mengenai dampak pernikahan dini masih menjadi pemicu munculnya kasus kekerasan.

“Usia 19 tahun bukan sekadar aturan. Ini menyangkut kesiapan fisik, mental, dan sosial. Pernikahan dini sering berujung pada kekerasan dan kerentanan ekonomi,” jelasnya.

Selain pembinaan calon pengantin, Kemenag Parepare turut mengawal penerapan program Pesantren Ramah Anak, yakni regulasi nasional yang mengatur perlindungan santri dari perundungan, kekerasan fisik, diskriminasi, hingga pelecehan seksual. Menurut Irfan, aturan tersebut wajib diterapkan di seluruh pesantren.

“Kami berkomitmen tegas. Jika ada pondok pesantren yang melakukan kekerasan sistematis dan tidak taat regulasi, Kemenag bisa mencabut izin operasionalnya,” tegasnya.

Irfan menegaskan bahwa Kemenag bersinergi dengan DP3A, Dinas Sosial, dan kepolisian dalam upaya preventif maupun penanganan kasus kekerasan. Menurutnya, pendidikan agama menjadi pintu masuk penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai perlindungan perempuan dan anak.

Ia menutup dengan menekankan bahwa kota sehat tidak hanya berarti fasilitas dan infrastruktur yang baik, tetapi juga kondisi sosial masyarakat yang aman.

“Kesehatan sosial harus dibangun melalui nilai-nilai agama yang menumbuhkan rasa aman dan saling menghargai,” ujarnya.(Ikhsan/Wn)

Share:

Guru dan Tendik MAN 1 Plus Keterampilan Parepare Tukar Kado di Hari Guru Nasional

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Ruang Guru MAN 1 Plus Keterampilan Parepare saat para guru dan tenaga kependidikan (tendik) melaksanakan kegiatan tukar kado sebagai bagian dari perayaan Hari Guru Nasional 25 November 2025.

Kegiatan sederhana namun penuh makna ini menjadi salah satu upaya untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan keceriaan di lingkungan madrasah.

Setiap guru dan tendik membawa satu buah kado yang kemudian dikumpulkan dan diacak sebelum dibagikan. Setelah itu, peserta mengambil kado secara acak sehingga tidak mengetahui siapa pemberinya. Momen pembagian kado berlangsung penuh tawa ketika beberapa guru membuka hadiah dengan isi yang unik dan mengundang gelak tawa rekan-rekan lainnya.

Kepala MAN 1 Plus Keterampilan Parepare, Rusman Madina, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kebersamaan dan wujud syukur atas dedikasi para pendidik.

“Tukar kado ini adalah simbol berbagi kebahagiaan. Saya berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga, karena suasana kerja yang harmonis akan berdampak positif pada layanan pendidikan kita,” ujarnya.

Kegiatan tukar kado ini menjadi penutup yang manis dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional di madrasah. Selain membawa kebahagiaan, kegiatan ini juga memperkuat ikatan kekeluargaan di antara guru dan tenaga kependidikan.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, MAN 1 Plus Keterampilan Parepare berharap peringatan HGN tahun ini menjadi momentum untuk terus meneguhkan dedikasi para pendidik dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.(Akbar/Wn)

Share:

Bukti Cinta kepada Guru, Siswa MAN 1 Plus Keterampilan Parepare Hadirkan Foto ‘Booth’ Sederhana pada Momen HGN


 

Parepare, (Kemenag Parepare) - Ada yang berbeda pada peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025 di MAN 1 Plus Keterampilan Parepare tahun ini. Di tengah rangkaian kegiatan yang biasanya berlangsung formal, para siswa justru menghadirkan ide kreatif dan penuh makna: sebuah foto booth sederhana yang dibuat langsung oleh siswa di bawah naungan OSIM dan POSMANSA (Persatuan Olahraga Siswa MAN Satu).

Foto booth tersebut menjadi pusat perhatian sejak pagi. Dengan desain sederhana namun penuh kreativitas, siswa dan guru tampak antusias mengabadikan momen Hari Guru Nasional 2025. Kehadiran foto booth ini selain menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga menjadi wujud rasa hormat dan apresiasi para siswa kepada seluruh guru.

Menariknya, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momen penggalangan dana untuk mendukung tim futsal MAN 1 Plus Keterampilan Parepare yang akan berlaga di Kabupaten Bone. Melalui kotak amal yang disediakan, setiap siswa yang berfoto diajak memberikan donasi seikhlasnya, sehingga kegiatan ini menjadi lebih menyenangkan, dan juga menguatkan solidaritas di antara siswa.

Kepala MAN 1 Plus Keterampilan Parepare, Rusman Madina, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kepedulian siswa.

“Saya sangat bangga melihat inisiatif siswa-siswa kita. Foto booth sederhana ini bukan hanya menjadi tempat seru untuk merayakan Hari Guru, tetapi juga menunjukkan rasa kebersamaan dan kepedulian mereka terhadap teman-teman satu madrasah. Inilah semangat yang ingin terus kita tumbuhkan di MAN 1 Plus Keterampilan,”ujarnya.

Pembina OSIM, Riska Ayu menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya dan berkolaborasi. Sementara itu, pembina POSMANSA, Nurul Khatimah menegaskan bahwa dukungan yang terkumpul akan sangat berarti bagi persiapan tim futsal menghadapi pertandingan di Kabupaten Bone.

Dengan adanya inisiatif kreatif ini, peringatan Hari Guru Nasional di MAN 1 Plus Keterampilan Parepare berlangsung lebih meriah, penuh pesan, dan sarat nilai kebersamaan.(Akbar/Wn)

Share:

MAN 1 Plus Keterampilan Parepare Lepas Soinem Menuju Purnabakti di Hari Guru

 


Parepare, (Kemenag Parepare) – Suasana haru meliputi keluarga besar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare pada Selasa, 25 November 2025. Usai pelaksanaan Upacara Hari Guru Nasional, madrasah melanjutkan rangkaian kegiatan dengan momen istimewa: pelepasan guru Keterampilan Boga, Soinem, yang resmi memasuki masa purnabakti.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan secara bergiliran menyalami Soinem, sebagai wujud terima kasih dan penghormatan atas dedikasi yang telah ia berikan selama bertahun-tahun. Wajah penuh haru tampak menghiasi barisan, mencerminkan kedekatan serta penghargaan mendalam terhadap guru yang dikenal ramah, sabar, dan penuh pengabdian itu.

Kegiatan dilanjutkan di Ruang Guru Madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Soinem menyampaikan pesan dan kesan selama masa tugasnya. Dengan suara penuh kehangatan, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare.

Kegiatan kemudian berlanjut di Ruang Guru Madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Soinem menyampaikan pesan dan kesan selama masa tugasnya. Ia mengungkapkan rasa syukur, kebanggaan, serta harapan agar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare terus menjadi madrasah yang melahirkan generasi berkarakter, mandiri, dan berprestasi.

“Saya bersyukur dapat mengabdi di madrasah ini. Semoga anak-anakku semua terus semangat belajar, dan madrasah kita semakin maju ke depannya,” tutur Soinem dengan penuh kehangatan.

Kepala Madrasah, Rusman Madina, turut memberikan sambutan khusus sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya.

“Soinem bukan hanya seorang guru, tetapi juga teladan dalam ketulusan dan pengabdian. Ia telah memberi warna dan kontribusi besar bagi perkembangan madrasah. Semoga masa purnabakti ini menjadi masa yang penuh berkah dan kebahagiaan,” ujarnya.

Acara perpisahan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan terakhir dalam suasana formal. Momen tersebut menjadi kenangan berharga bagi seluruh keluarga besar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare sebagai tanda terima kasih dan penghormatan atas pengabdian tulus yang telah diberikan oleh Soinem sepanjang kariernya.(Akbar/Wn)

Share:

Di Bawah Awan Mendung, Guru MAN 1 Plus Keterampilan Tetap Kokoh Rayakan Hari Guru Nasional 2025”

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di MAN 1 Plus Keterampilan Parepare tetap berlangsung khidmat meski cuaca mendung dan hujan gerimis menyelimuti halaman madrasah pada Selasa pagi, 25 November 2025.

Awan gelap yang menggantung di langit Parepare tidak mengurangi semangat guru, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengikuti jalannya upacara hingga selesai.

Seluruh guru dan tenaga kependidikan tampil anggun mengenakan baju adat dari berbagai daerah, sekaligus menjadi pelaksana upacara bendera. Para siswa mengikuti upacara dengan seragam sekolah lengkap, tetap menjaga kekhidmatan meskipun sesekali tetesan gerimis menyentuh lapangan upacara.

Pasukan pengibar bendera yang terdiri dari 9 orang guru dan tenaga kependidikan melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Muh. Taqdir bertindak sebagai Pemimpin Upacara, Riska Ayu sebagai MC, Upriani membacakan teks UUD 1945, Suriyanti membacakan Korps Korpri, A. Akbar Wahid membacakan Ikrar Guru, dan Khayadi memimpin doa.

Khadijah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, bertindak sebagai Pembina Upacara mewakili Kepala MAN 1 Plus Keterampilan yang menghadiri upacara Hari Guru di Kantor Kementerian Agama Kota Parepare. Tahun ini, Hari Guru Nasional mengusung tema “Merawat Semesta Dengan Cinta.”

Dalam amanatnya, Khadijah membacakan pidato seragam yang menegaskan betapa besar peran guru dalam menentukan arah kemajuan suatu bangsa. Pendidikan disebut sebagai investasi jangka panjang, di mana kesalahan dalam prosesnya dapat berdampak lintas generasi.

Di era teknologi dan kecerdasan buatan yang terus berkembang, guru tetap memegang peran sentral. Mereka tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan budi pekerti siswa.

“Guru adalah profesi mulia yang melahirkan profesi-profesi lainnya,” demikian salah satu poin penting dari pidato tersebut.

Khadijah juga menyampaikan bahwa tema tahun ini selaras dengan visi ekoteologi Kementerian Agama yang menekankan pentingnya kurikulum berbasis cinta dan perhatian terhadap lingkungan. Guru didorong menjadi teladan dalam menumbuhkan nilai welas asih, mencintai sesama, dan menjaga bumi sebagai amanah Tuhan.

Pidato tersebut turut menyoroti komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru melalui beberapa kebijakan strategis yakni:

1.       Standardisasi Profesi: Wajib sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai dasar profesionalisme dan syarat memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG).

2.       Akselerasi PPG Kemenag: Lonjakan peserta PPG dari 41 ribu guru pada 2023–2024 menjadi lebih dari 301 ribu guru pada 2025, meningkat sekitar 620 persen.

3.       Peningkatan Kesejahteraan: Sebanyak 588 ribu guru telah menerima Tunjangan Profesi, dan 52 ribu guru honorer telah diangkat menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir.

Menutup amanatnya, Khadijah menekankan bahwa pendidikan nasional bertujuan membentuk generasi yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia. Karena itu, kepribadian guru sebagai teladan hidup menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Guru didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dan mendidik dengan cinta.

Meskipun cuaca kurang bersahabat, Upacara Hari Guru Nasional 2025 di MAN 1 Plus Keterampilan tetap berlangsung tertib, penuh penghormatan, dan menyentuh hati, menggambarkan dedikasi para guru yang tidak luntur meski diguyur gerimis.(Akbar/Wn)

Share:

Kemenag Parepare Gelar Upacara Peringati Hari Guru Nasional 2025

  


Parepare, (Kemenag Parepare) – Kementerian Agama Kota Parepare menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 dengan penuh khidmat di Halaman Kantor Kemenag Parepare, Selasa (25/11/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Parepare, H. Irfan Daming, selaku Pembina Upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subbagian Tata Usaha beserta staf, para Kepala Seksi, Penyelenggara, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, guru RA, para guru pendidikan agama, penyuluh agama dan penghulu, serta seluruh keluarga besar Kemenag Parepare.

Dalam amanatnya membacakan Sambutan Seragam Menteri Agama RI, H. Irfan Daming menegaskan peran sentral guru sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional.

“Guru adalah pilar utama pembangunan pendidikan. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikan, dan tanggung jawab besarnya berada di pundak guru,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak lintas generasi.

“Kesalahan dalam sektor lain mungkin dapat diperbaiki dalam waktu singkat, tetapi kesalahan dalam pendidikan akan memberi dampak lintas generasi. Karena itu, sistem pendidikan nasional harus disusun dengan pertimbangan matang dan visi kebangsaan yang kuat,” lanjutnya.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, Kakan Kemenag mengingatkan bahwa peran guru tetap tidak tergantikan.

“Pendidikan bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti. Hanya manusia terdidik yang dapat mendidik manusia. Guru adalah profesi yang melahirkan profesi-profesi lain. Dari bimbingan guru lahir dokter, ulama, dosen, pemimpin masyarakat, negarawan, dan generasi penerus bangsa.”

Tema Hari Guru Nasional 2025 di lingkungan Kementerian Agama, yaitu “Merawat Semesta Dengan Cinta”, juga menjadi sorotan dalam amanat.

Tema tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, yang menekankan pentingnya ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya berperan mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama, serta menjaga dan merawat lingkungan.

“Pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.”

Negara, lanjutnya, terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru melalui wajib sertifikasi PPG bagi seluruh guru, baik ASN maupun non-ASN, sebagai upaya standardisasi nasional profesi guru guna memastikan mutu pendidikan yang merata dan berkualitas.

Mengutip pesan tokoh pendidikan nasional Prof. Dr. Hajjah Zakiah Daradjat, Kakan Kemenag menutup amanat dengan penekanan pentingnya kepribadian guru:

“Kepribadian guru menentukan apakah ia menjadi pembina masa depan anak didiknya atau sebaliknya. Guru yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi memberi teladan hidup. Maka peningkatan kompetensi profesional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas moral dan spiritual guru.”

Upacara berlangsung tertib, penuh makna, dan menggugah kesadaran seluruh peserta akan panggilan mulia profesi guru sebagai pemandu generasi bangsa.

Mengenakan pakaian wastra nusantara/baju adat nusantara, para peserta upacara terlihat khidmat mengikuti prosesi upacara meski germis mewarnai upacara. Suasana haru terlihat saat lagu Hymne Guru dan Terima Kasih (Guruku) mengalun, mengingatkan peran guru yang telah berjasa dalam mendidik dan membimbing tahunan bahkan puluhan tahun yang lalu.

Selamat Hari Guru, semoga sosok guru terus menjadi inspirasi dan teladan dalam membimbing dan mendidik di era digital ini.(Wn)
Share:

MAN 1 Plus Keterampilan Parepare Lepas Soinem Menuju Purnabakti

 


Parepare, (Kemenag Parepare) – Suasana haru meliputi keluarga besar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare pada Selasa, 25 November 2025. Usai pelaksanaan Upacara Hari Guru Nasional, madrasah melanjutkan rangkaian kegiatan dengan momen istimewa: pelepasan guru Keterampilan Boga, Soinem, yang resmi memasuki masa purnabakti.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan secara bergiliran menyalami Soinem, sebagai wujud terima kasih dan penghormatan atas dedikasi yang telah ia berikan selama bertahun-tahun. Wajah penuh haru tampak menghiasi barisan, mencerminkan kedekatan serta penghargaan mendalam terhadap guru yang dikenal ramah, sabar, dan penuh pengabdian itu.

Kegiatan dilanjutkan di Ruang Guru Madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Soinem menyampaikan pesan dan kesan selama masa tugasnya. Dengan suara penuh kehangatan, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare.

Kegiatan kemudian berlanjut di Ruang Guru Madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Soinem menyampaikan pesan dan kesan selama masa tugasnya. Ia mengungkapkan rasa syukur, kebanggaan, serta harapan agar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare terus menjadi madrasah yang melahirkan generasi berkarakter, mandiri, dan berprestasi.

“Saya bersyukur dapat mengabdi di madrasah ini. Semoga anak-anakku semua terus semangat belajar, dan madrasah kita semakin maju ke depannya,” tutur Soinem dengan penuh kehangatan.

Kepala Madrasah, Rusman Madina, turut memberikan sambutan khusus sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya.

“Soinem bukan hanya seorang guru, tetapi juga teladan dalam ketulusan dan pengabdian. Ia telah memberi warna dan kontribusi besar bagi perkembangan madrasah. Semoga masa purnabakti ini menjadi masa yang penuh berkah dan kebahagiaan,” ujarnya.

Acara perpisahan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan terakhir dalam suasana formal. Momen tersebut menjadi kenangan berharga bagi seluruh keluarga besar MAN 1 Plus Keterampilan Parepare sebagai tanda terima kasih dan penghormatan atas pengabdian tulus yang telah diberikan oleh Soinem sepanjang kariernya.(Akbar/Wn)

Share:

Rayakan HGN 2025 Bukti Dedikasi Pencerdas Bangsa di MAN 2 Kota Parepare


 

Parepare, (Kemenag Parepare) - Sebagai bukti dedikasi, para Pencerdas Bangsa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare merayakan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 dengan penuh integritas.

Lumrahnya, peran sebagai Petugas Upacara dalam seremoni pelaksanaan Upacara Bendera didominasi oleh para Pencerdas Bangsa meski tetap berkolaborasi dengan Peserta Didik. Rangkaian berbagai kegiatan pun dilakukan demi menyemarakkan perayaan HGN tersebut 

Di MAN 2 Kota Parepare, walaupun perayaan HGN bersamaan jadwal pelaksanaan ASG (Asesmen Semester Ganjil) pada Selasa, 25 November 2025 tetap semarak dengan berbagai persembahan dan lomba yang menghibur.

Ada opera persembahan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), lomba memindahkan bola pingpong dengan ditiup dalam gelas berisi air, menyendok air sebanyak-banyaknya ke dalam botol, serta lomba peragaan busana menambah semarak perayaan HGN 2025.

Lantunan lagu Himne Guru dan Terima Kasih Guruku dari Kelompok Paduan Suara MAN 2 Kota Parepare mengawali persembahan khusus buat Pencerdas Bangsa. Usai upacara, ada persembahan Puisi Suriyadi Mustamin duet Harmiati berjudul "Kala Kini Akanan Guru Madrasah".

Demikian itulah berbagai hiburan yang dipersembahkan kepada seluruh Guru, Pencerdas Bangsa atas dedikasi sepanjang hayatnya. Sebagaimana tertuang dalam sambutan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) yang dibacakan oleh Subhan Madjid (Ketua PGRI Ranting MAN 2 Kota Parepare) tatkala bertindak sebagai Pembina Upacara.

"Pendidikan tidak hanya soal kecerdasan akademik,tetapi juga pembentukan karakter dan kemanusiaan. Dalam konteks ini, kepribadian Guru adalah aspek yang paling menentukan keberhasilan pendidikan.

Guru yang baik bukan hanya menyampaikan materi melainkan memberikan teladan hidup. Mari kita terus memperkuat dedikasi, profesionalisme, dan keikhlasan dalam mendidik generasi bangsa. Didiklah anak-anak kita dengan cinta," nasihatnya.

Selamat HGN Tahun 2025 yang bertema "Merawat Semesta dengan Cinta". (Adi)

Share:

RA dan MI Ashabul Kahfi Tampilkan Kreativitas dan Cinta dalam Harmonisasi Pendidikan di Hari Guru

 


Parepare, (Kemenag Parepare) – Peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November kembali menjadi momentum penuh makna bagi dunia pendidikan. Tahun ini, Hari Guru mengusung tema “Merawat Semesta dengan Cinta”.

Di RA dan MI Ashabul Kahfi Kota Parepare, Hari Guru dirayakan dengan konsep berbeda yakni menggelar Pentas Seni Kreatif yang melibatkan seluruh siswa, guru, dan orang tua.

Pentas seni ini menampilkan ragam pertunjukan mulai dari seni tari, musik, drama, hingga pembacaan puisi, yang semuanya dibawakan oleh siswa dari tingkat RA hingga MI. Setiap kelas mempersembahkan penampilan terbaik mereka, mencerminkan kreativitas dan pembinaan seni yang dikembangkan di madrasah.

Suasana semakin meriah dengan kehadiran orang tua siswa, komite madrasah, serta Kementerian Agama yang diwakili oleh Koordinator Pengawas dan para pengawas madrasah serta PAI. Dalam sambutannya, Korwas, Hj. Hasnani memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan pentas seni ini sangat baik untuk mendorong bakat seni siswa. Momentum Hari Guru menjadi ajang bagi anak-anak menampilkan kemampuan dan potensi terbaik mereka,” ujarnya.

Ketua Komite RA, Abdullah S dan Ketua Komite MI Ashabul Kahfi, Andi Andul Muiz turut memberikan sambutan. Ia mengapresiasi madrasah yang mampu merancang kegiatan secara menarik dan melibatkan orang tua sehingga tercipta rasa kebersamaan dan kebanggaan. Orang tua sangat bangga melihat anak-anak mereka tampil dengan percaya diri. Ini menunjukkan kerja sama yang baik antara madrasah dan orang tua.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Ashabul Kahfi, Hj. Hasniar Agus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru, komite, dan orang tua atas kerja sama yang membuat pentas seni dapat terlaksana dengan baik. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kementerian Agama atas dukungan yang selalu diberikan.

Pengawas RA, Ismail, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Kurikulum Cinta yang tertuang dalam Panca Cinta, yakni cinta kepada diri sendiri, sesama, dan cinta tanah air.

“Melibatkan seluruh stakeholder bukan hanya memperkuat silaturrahim, tetapi juga menjadi ruang menggali potensi anak-anak. Hasilnya, pentas seni berjalan sukses dan sarat makna,” ujarnya.

Pentas seni Hari Guru RA dan MI Ashabul Kahfi tahun ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga wujud kolaborasi, kreativitas, dan penghargaan atas jasa para guru dalam membimbing generasi masa depan dengan cinta.(Ismail/Wn)

Top of Form

 

Bottom of Form

 

Share:

Estafet Lagu Warnai Hari Guru, OSIM Sukses Ciptakan Suasana Ceria di MAN 1 Parepare

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2025, OSIM MAN 1 Plus Keterampilan Parepare menghadirkan sebuah kegiatan unik dan penuh tawa berupa lomba estafet lagu yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda spesial untuk mempererat kebersamaan sekaligus memberikan suasana ceria pada peringatan Hari Guru tahun ini.

Dalam pelaksanaannya, guru dan tenaga kependidikan dibagi ke dalam lima kelompok, masing-masing bertugas menyanyikan sebuah lagu secara estafet. Setiap anggota tim menyanyikan bagian lagu tertentu sebelum diteruskan oleh peserta berikutnya. Suasana mendadak pecah menjadi gelak tawa ketika beberapa peserta terlihat bingung dan lupa lirik lagu, membuat momen tersebut semakin menarik dan menghibur.

Ketua OSIM MAN 1 Plus Keterampilan Parepare mengungkapkan bahwa lomba ini dirancang untuk menciptakan interaksi positif antara siswa dan guru, sekaligus memberi ruang bagi para pendidik untuk menikmati momen kebersamaan di tengah kesibukan tugas mengajar.

“Kami ingin Hari Guru kali ini diisi dengan kegiatan yang seru dan menyenangkan. Lewat lomba estafet lagu, guru bisa tampil lebih santai dan suasana madrasah menjadi lebih hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Plus Keterampilan Parepare, Rusman Madina, memberikan apresiasi atas kreativitas OSIM dalam menghadirkan kegiatan yang sederhana namun bermakna.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk membangun kekompakan dan mempererat hubungan antarwarga madrasah. Selain menghibur, ini juga menjadi pengingat bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang kebersamaan dan kebahagiaan,” tuturnya.

Lomba estafet lagu ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan perayaan Hari Guru Nasional yang tahun ini berlangsung penuh warna. Gelak tawa, kekompakan, dan suasana hangat menjadikan momen ini sebagai kenangan manis bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Plus Keterampilan Parepare.(Akbar/Wn)

Share:

Optimalisasi Layanan Wakaf, Kemenag Parepare Hadiri Pembekalan Verifikator Tanah Wakaf

 


Makassar, (Kemenag Parepare) Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa) Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Rifdaningsi, bersama Operator e-AIW Kota Parepare, Nurhidayah, mengikuti kegiatan Pembekalan Verifikator Sertifikasi Tanah Wakaf yang dilaksanakan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI melalui Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung di Hotel Gammara Makassar selama dua hari, Senin-Selasa, (24–25 November 2025).

Pembekalan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, dan turut dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI yang diwakili oleh Analis Kebijakan Subdit Perizinan dan Evaluasi Lembaga Zakat Wakaf, Mirna Yulianti. Hadir pula Kepala Bidang Penais Zawa, Mulyadi, Ketua Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, Muhammad Nur, bersama 60 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang terdiri atas Penzawa, Operator, dan PPAIW.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola perwakafan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Pembekalan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh peserta agar fasilitasi sertifikasi tanah wakaf dapat berjalan dengan baik. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan wakaf secara profesional, akuntabel, dan sesuai amanah umat,” ujarnya.

Secara terpisah, Penzawa Rifdaningsi menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memberi pemahaman komprehensif bagi para verifikator mengenai alur verifikasi, standar dokumen, penggunaan aplikasi Sistem Informasi Wakaf, serta teknis koordinasi lintas sektoral dengan KUA, BPN, BWI, maupun Nadzir.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa proses verifikasi berkas tanah wakaf menjadi salah satu tahapan vital dalam pensertifikasian tanah wakaf. Ketepatan data, keabsahan dokumen, dan kesesuaian hukum menjadi prasyarat demi terbitnya sertifikat yang sah dan berkualitas.

“Dengan kompetensi yang matang, profesionalisme yang tinggi, serta integritas kuat, insyaa Allah proses verifikasi sertifikasi tanah wakaf dapat berjalan cepat, tepat, dan berkualitas,” harap penyelenggara.

Keikutsertaan Kemenag Kota Parepare dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen mendukung akselerasi sertifikasi tanah wakaf demi menjamin kemaslahatan dan keberlanjutan aset wakaf sesuai ketentuan syariat dan perundang-undangan.(Rifda/Wn)

 

Share:

Apel Pagi Tandai Dimulainya Ujian Semester Ganjil TP 2025/2026 di MAN 1 Plus Keterampilan Parepare

 


Parepare, (Kemenag Parepare) - MAN 1 Plus Keterampilan Parepare resmi memulai pelaksanaan Ujian Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 bagi peserta didik kelas X, XI, dan XII melalui rangkaian apel pagi yang digelar di lapangan madrasah. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Rusman Madina, sebagai penanda dimulainya rangkaian ujian berbasis Android.

Dalam amanatnya, Kepala MAN 1 Plus Keterampilan Parepare, Rusman Madina, menegaskan pentingnya integritas dan kedisiplinan selama pelaksanaan ujian. Ia berharap seluruh siswa mampu mengikuti ujian dengan baik serta memperoleh hasil terbaik sebagai cerminan usaha belajar selama satu semester.

Pada hari pertama, tiga mata pelajaran yakni Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan Seni Budaya diujikan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis Android. Pemanfaatan sistem digital ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, ketertiban, sekaligus memberikan pengalaman ujian yang lebih modern bagi para siswa.

Pelaksanaan ujian perdana berlangsung lancar dan tertib. Seluruh peserta hadir tepat waktu, serta tidak ditemukan kendala teknis selama proses berlangsung. Hal ini mencerminkan kesiapan pihak madrasah dalam menyiapkan infrastruktur serta membimbing siswa agar siap menghadapi ujian berbasis teknologi.


Sekretaris Panitia Ujian Semester Ganjil, Hayatun, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ujian hari pertama.

“Kami sangat bersyukur ujian hari pertama berjalan baik tanpa hambatan. Ini berkat persiapan matang yang dilakukan dari sisi teknis maupun kesiapan siswa. Harapan kami, seluruh peserta dapat menjaga fokus dan kedisiplinan hingga ujian selesai,” ujarnya, Senin, 24 November 2025.

Dengan dimulainya Ujian Semester Ganjil ini, seluruh siswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuan akademik secara optimal. MAN 1 Plus Keterampilan Parepare berkomitmen terus menghadirkan pelayanan pendidikan terbaik agar melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.(Akbar/Wn)

 

Share:

ASG bagi Peserta Didik MAN 2 Kota Parepare Resmi Dimulai


Parepare, (Kemenag Parepare) - Asesmen Semester Ganjil (ASG) bagi seluruh Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare T.P. 2025/2026 resmi dimulai Senin, 24 November 2025.

ASG Berbasis Platform Android tersebut diikuti peserta didik jenjang kelas X, XI, XII yang berjumlah 620 orang dengan sebaran 22 ruang ujian. 

Berdasarkan laporan Ketua Panitia, Yulia Wahyuni melalui Sekretaris, Nila Ardia Cahyani bahwa ASG bagi seluruh Peserta Didik MAN 2 Kota Parepare dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 5 Desember 2025.

"ASG Berbasis Platform Android bagi Peserta Didik MAN 2 Kota Parepare meliputi tiga fase, yakni ujian utama, ujian praktik, dan ujian susulan. Hari pertama ini berlangsung ujian utama mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Matematika Wajib,  dan Sejarah Indonesia.

Peserta didik yang tidak sempat mengikuti ujian utama hari ini, ada 2 orang yang sakit, 3 orang yang izin, dan tanpa keterangan sebanyak 4 orang," konfirmasinya dari meja sekretariat. 

Berikut, Said Jusman dan Najamuddin selaku Teknisi dan Proktor yang dihubungi secara terpisah oleh tim redaksi mengatakan bahwa peladen ASG Berbasis Platform Android ini mampu meyuplai pengguna hingga kapasitas seribu orang. Dengan begitu, hampir dipastikan tidak terjadi kendala teknis maupun nonteknis sehingga ujian berjalan lancar serta sukses. (Adi)

Share:

Definition List

Unordered List