--

Menghimpun seluruh berita, tulisan, jurnal bernuansa agama yang dapat menyatukan ummat

Pemerintah Kota Parepare Dukung 100 Persen Musda VII MUI dan Seminar Internasional

 

PAREPARE, JournalisSantri.Com – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Parepare bersama unsur Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare menggelar audiensi dengan Wali Kota Parepare di Lounge Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Selasa pagi pukul 08.00 WITA.


Audiensi ini digelar dalam rangka memantapkan persiapan perhelatan agung Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII MUI Kota Parepare yang akan dirangkaikan dengan Seminar Internasional.


Menanggapi rencana kegiatan tersebut, Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah. "Pemerintah Kota Parepare mendukung 100 persen pelaksanaan Musda VII dan Seminar Internasional ini. Kehadiran dan peran ulama sangat krusial dalam mendukung pembangunan serta menjaga keharmonisan umat di Parepare. Kami akan memfasilitasi agar kegiatan ini berjalan lancar," ucap Wali Kota.


Dari sisi teknis penyelenggaraan, Kasubag TU Kemenag Kota Parepare yang juga bertindak selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua Komisi Informasi dan Informatika MUI, H. Syaiful Mahsan memastikan bahwa persiapan kepanitiaan terus dimatangkan.



"Secara teknis, puncak acara Musda VII dan Seminar Internasional ini akan dipusatkan di Auditorium BJ Habibie pada tanggal 25 Juli mendatang. Kami memprediksi kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 250 peserta, dan Insya Allah akan dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Daerah MUI Provinsi Sulawesi Selatan. Kemenag Parepare tentu akan bersinergi penuh menyukseskan acara ini," papar H. Syaiful Mahsan.


Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua MUI, H. M. Amin Iskamdar, turut menegaskan kesiapan jajaran kepengurusan. "Soliditas panitia dan pengurus sudah terbangun dengan baik. Semua pihak telah bergerak sesuai dengan tugas pokoknya. Sinergi antara MUI, Kemenag, dan Pemkot adalah kunci suksesnya agenda besar kita ini," tuturnya.


Turut hadir dalam audiensi yang berlangsung penuh keakraban tersebut sejumlah tokoh penting MUI lainnya, di antaranya Sekretaris Umum MUI, Dr. Budiman, Kasi Komisi Hukum dan Perundang-undangan, H. Hasan Basri, serta Kepala Sekretariat MUI, Muh. Jawwad. Seluruh pihak yang hadir bersepakat untuk terus mengawal kelancaran seluruh tahapan kegiatan hingga hari pelaksanaan.

Share:

BAZNAS Bersama Pokja Kemenag Parepare Salurkan Bantuan

 

PAREPARE, JournalisSantri.Com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare bersama Kelompok Kerja (Pokja) Kementerian Agama Kota Parepare, khususnya Pokja Pemberdayaan Ekonomi Ummat, menyalurkan bantuan kepada pegiat ekonomi pada Senin (29/6/2026).

Bantuan tersebut berupa satu unit mesin perahu ketinting merek Honda GP200 lengkap dengan as dan baling-baling. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Parepare, Irwan Yusuf Caco, didampingi Camat Bacukiki Barat dan Lurah Lumpue.

Irwan Yusuf Caco menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tersebut. “Alhamdulillah, BAZNAS bersama Pokja Pemberdayaan Ekonomi Ummat Kemenag Parepare menyalurkan bantuan kepada seorang nelayan atas nama Ridwan berupa mesin perahu ketinting Honda GP200 lengkap dengan as dan baling-baling,” ujarnya.

Ridwan, nelayan yang tinggal di Jalan Pinggir Laut, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, menjadi penerima manfaat utama dari bantuan ini. Kehadirannya dalam kegiatan tersebut menambah suasana haru dan penuh syukur.

Selain bantuan untuk nelayan, BAZNAS bersama Pokja juga menyalurkan mesin jahit kepada masyarakat yang bergerak di bidang usaha kecil. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan penerima.

Rifdaningsi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Parepare, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menyalurkan bantuan tetapi juga melakukan monitoring. “Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar berdampak terhadap peningkatan pendapatan penerima,” jelasnya.


Ketua BAZNAS Parepare berharap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi.

“Terima kasih kepada para muzzaki dan munfiq yang telah berzakat, berinfak, dan bersedekah di BAZNAS Parepare. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan memajukan perekonomian umat,” pungkas Irwan Yusuf Caco.
Share:

Stakeholder Bacukiki Barat Kompak Sukseskan Program Nasional Keluarga Sakinah


PAREPARE, - Kantor Urusan Agama (KUA) Bacukiki Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Jejaring Lokal bersama beberapa instansi vertikal di wilayah Kecamatan Bacukiki Barat, Selasa (23/6/2026).

Diketahui, laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala KUA Bacukiki Barat, H. Syahruddin Sainur, program Keluarga Sakinah ini hanya beberapa Kabupaten/Kota yang dipilih untuk menjalankannya, terkhusus di Kota Parepare sendiri yaitu Kecamatan Bacukiki Barat dan Kecamatan Ujung.

Rakor tersebut digelar di Kantor KUA Bacukiki Barat yang dihadiri oleh Kepala Bimas Islam Kemenag Parepare, H. Hasan Basri, Kepala KUA Bacukiki Barat, H. Syahruddin Sainur, Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah Arifuddin, Danramil, Polsek, Lurah se-Kecamatan Bacukiki Barat, Tokoh Agama serta Penyuluh Agama lingkup KUA Bacukiki Barat.

Rakor Jejaring Lokal berfokus pada pembahasan terkait Pusat Layanan Keluarga Sakinah yang bertujuan untuk membina para pengantin muda agar menggapai keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

H. Hasan Basri selaku Kasi Bimas Islam menyampaikan bahwa tujuan dari Rakor Jejaring Lokal ini untuk menyukseskan pembinaan Keluarga Sakinah bagi warga yang telah menikah.

"Program Keluarga Sakinah ini merupakan program nasional melalui Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam, jadi kesuksesan dan kelancaran pembinaan menuntut kerjasama antar stakeholder di lingkup kecamatan khususnya di wilayah Kecamatan Bacukiki Barat," ungkap H. Hasan Basri.


Pada kesempatan tersebut, Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah Arifuddin mendukung program bimbingan keluarga sakinah yang akan dilakukan, karena menurutnya banyaknya permasalahan-permasalahan di dalam keluarga itu karena kurangnya pembinaan-pembinaan keluarga.

"Banyak kasus yang terjadi seperti di medsos, baik antara anak dan orang tua maupun orang tua dengan orang lain, jadi hal ini sangat perlu untuk dikerjasamai, baik ditingkat kecamatan, kalau perlu hingga tingkat kota kita laksanakan program ini, kami siap mendukung, kita akan masukkan pada program sosialisasi dikelurahan-kelurahan," pungkas Camat Bacukiki Barat.
Share:

Sambut 1 Muharram, KUA Bacukiki Barat Sosialisasi Keluarga Sakinah Ke Majelis Taklim


PAREPARE, JournalisSantri.Com - Sambut 1 Muharram 1448 H, Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare menggelar kegiatan keluarga sakinah di Masjid At-Ta'awun Kel. Lumpue, Senin Sore (16/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Majelis Taklim (MT) At-Ta'awun dan dibuka langsung oleh kepala KUA Bacukiki Barat, H. Syahruddin Sainur serta para penyuluh KUA Bacukiki Barat.

H. Syahruddin menjelaskan tujuan dari kegiatan ini merupakan sosialisasi untuk meminimalisir tingkat perceraian khususnya di wilayah Bacukiki Barat Kota Parepare.

"Melihat angka perceraian yang terus meningkat, hal ini disebabkan karena faktor ekonomi atau biaya hidup, kemungkinan besar adanya istri yang tinggi gaya hidupnya tapi minim penghasilan untuk hidup," ucap H. Syahruddin disambut tawa ibu-ibu Majelis Taklim.

Melalui kegiatan seperti ini, menurut H. Syahruddin juga merupakan salah satu jalan yang sangat baik untuk mengimbau masyarakat agar menggapai keluarga sakinah, selain memenuhi kebutuhan keluarga juga memenuhi administrasi pernikahannya.

"Salah satu pendukung dari keluarga sakinah itu adalah pernikahan yang tercatat di negara yaitu di KUA, jadi tugas kita di Majelis Taklim itu, jika ada keluarga yang sudah hidup lama tapi blum punya buku nikah, maka arahkan untuk segera berkoordinasi ke instansi terkait seperti Pengadilan Agama atau KUA setempat," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga, Ketua MT At-Ta'awun, Nurjannah memperkenalkan program unggulan dari MT At-Ta'awun yaitu sedekah subuh.

"Program sedekah subuh yang dilakukan oleh MT At-Ta'awun ini sudah berjalan setahun lebih, kemudian disalurkan ke Anak Yatim, Janda-janda Tua, serta fakir miskin yang membutuhkan," ungkap Nurjannah

Sedekah subuh yang dilakukan MT At-Ta'awun berupa toples, lalu dikumpulkan setelah cukup sebulan.

"Alhamdulillah, sedekah subuh ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan karena melihat nilainya tapi karena kebermanfaatannya, semua anggota Majelis Taklim wajib untuk mengambil 1 toples sedekah subuh, jadidalam sebulan biasanya terkumpul kurang lebih Rp500.000 hingga Rp900.000, kemudian kita salurkan kepada yang membutuhkan, baik berupa sembako, maupun uang," pungkasnya.
Share:

MT At-Ta'awun Perkenalkan Program Sedekah Subuh di Kegiatan Keluarga Sakinah

 


PAREPARE, JournalisSantri.Com – Dalam rangka menyambut 1 Muharram 1448 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare menggelar kegiatan Keluarga Sakinah di Masjid At-Ta'awun, Kelurahan Lumpue, Senin sore (16/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Majelis Taklim (MT) At-Ta'awun, dibuka langsung oleh Kepala KUA Bacukiki Barat, H. Syahruddin Sainur, bersama para penyuluh KUA.

Dalam sambutannya, H. Syahruddin menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya sosialisasi untuk menekan angka perceraian di wilayah Bacukiki Barat. 

Menurutnya, faktor ekonomi sering menjadi pemicu retaknya rumah tangga. “Melihat angka perceraian yang terus meningkat, hal ini banyak disebabkan oleh biaya hidup. Kadang ada istri yang tinggi gaya hidupnya, tapi minim penghasilan untuk mencukupi kebutuhan,” ujarnya, disambut tawa ibu-ibu Majelis Taklim.

Ia menambahkan, keluarga sakinah tidak hanya ditopang oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh administrasi pernikahan yang sah. “Salah satu pendukung keluarga sakinah adalah pernikahan yang tercatat di negara. Jika ada keluarga yang sudah lama hidup bersama tapi belum memiliki buku nikah, maka perlu diarahkan untuk berkoordinasi dengan KUA atau Pengadilan Agama,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MT At-Ta'awun, Nurjannah, memperkenalkan program unggulan berupa Sedekah Subuh. Program ini telah berjalan lebih dari setahun, dengan hasil sedekah disalurkan kepada anak yatim, janda tua, serta fakir miskin.

“Sedekah subuh dilakukan dengan menyiapkan toples di setiap rumah anggota. Setelah sebulan, toples dikumpulkan. Biasanya terkumpul Rp500.000 hingga Rp900.000, lalu disalurkan dalam bentuk sembako maupun uang kepada yang membutuhkan,” ungkap Nurjannah.

Ia menegaskan, nilai sedekah bukanlah ukuran utama, melainkan kebermanfaatannya. “Alhamdulillah, sedekah subuh ini sangat membantu masyarakat terutama yang sangat membutuhkan. Semua anggota Majelis Taklim wajib mengambil satu toples, sehingga keberkahan bisa dirasakan bersama,” pungkasnya.

Share:

Katim Penyuluh Agama Sulsel Sambangi IPARI Parepare, Dorong Semangat dan Inovas

 

PAREPARE, JournalisSantri.Com – Ketua Tim Penyuluh Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Sawedi bersama tim melakukan kunjungan ke Kota Parepare, Rabu (10/6/2026). Setelah sebelumnya berkunjung ke Kabupaten Pinrang, rombongan menyempatkan diri hadir di Kota Cinta BJ Habibie–Ainun untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Parepare.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kinerja para penyuluh agama Islam di wilayah Sulawesi Selatan, sekaligus mendengar kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan peran penyuluh di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Cafe D’Carlos, H. Sawedi menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi para penyuluh agar tetap bersemangat. 

“Kita hadir untuk mendengar langsung kendala di lapangan, sekaligus memberikan support system agar penyuluh tetap semangat dan terus memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya sebatas ustadz, muballigh, atau guru mengaji, melainkan sebagai pekerja profesional yang memiliki tanggung jawab luas. Penyuluh diharapkan mampu menjadi agen pembangunan, baik dalam aspek ekonomi, keluarga, maupun sosial.

H. Sawedi mencontohkan program ekoteologi yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama RI tengah berjalan di Kabupaten Bone. Di sana, penyuluh menggandeng majelis taklim untuk mengelola kebun cabai. Hasil panen tidak hanya bermanfaat bagi jamaah, tetapi juga bisa dijual ke pasar jika berlebih. “Inilah bentuk nyata penyuluh sebagai penggerak ekonomi umat,” tambahnya.

Menurutnya, program ekoteologi yang dicanangkan Menteri Agama RI merupakan langkah strategis untuk menjadikan penyuluh lebih produktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, keberadaan penyuluh tidak hanya dirasakan oleh kalangan terbatas, tetapi juga memberi manfaat luas.

Ketua IPARI Parepare, Sabuddin, menyampaikan progres kegiatan yang telah berjalan di kota tersebut. Di antaranya penyuluhan di Lapas yang konsisten lebih dari dua tahun, kerja sama dengan rumah sakit untuk memberikan motivasi kepada pasien, serta pendampingan di madrasah. Ia juga mengungkapkan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kota Parepare untuk mengentaskan program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Menurut Sabuddin, dukungan pemerintah daerah menjadi peluang besar bagi penyuluh untuk semakin berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.“Terima kasih atas kunjungan dan dukungan Katim Penyuluh Agama Sulsel. Semoga sinergi ini semakin memperkuat peran penyuluh di masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum bagi penyuluh agama Islam di Parepare untuk terus berinovasi, memperluas peran, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan Kanwil Kemenag Sulsel, penyuluh di Parepare optimis mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan.

Share:

Perempuan Ikut Pelatihan Juleha, LPH Insan Kamil Tunjukkan Kesetaraan Jelang Idul Adha

 

PAREPARE, JournalisSantri.Com – Menyambut Idul Adha 2026, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Pusat Halal Insan Kamil kembali menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Juleha Kabupaten Majene. Program ini telah diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, menegaskan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas penyembelihan sesuai syariat Islam.

Pelatihan Juleha bertujuan memperdalam pengetahuan para juru sembelih mengenai tata cara penyembelihan yang sesuai syariat sekaligus menjaga kesehatan hewan. Dengan bekal ini, diharapkan proses pemotongan hewan kurban berjalan lebih profesional dan sesuai aturan agama.

Kegiatan terbaru berlangsung Ahad (24/5/2026) di Cafe LND Nusantara, Parepare. Puluhan peserta hadir baik secara luring maupun daring, mencerminkan antusiasme masyarakat Sulawesi Selatan terhadap pelatihan ini.

Yang menarik, pelatihan kali ini diikuti oleh seorang perempuan bernama Icicha asal Amparita, Kabupaten Sidrap. Kehadiran Icicha menjadi sorotan karena profesi juru sembelih selama ini identik dengan kaum laki-laki.

Ketua LPH Pusat Halal Insan Kamil, Naharuddin, membenarkan adanya peserta perempuan dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa kesempatan untuk menjadi juru sembelih halal terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat.

“Biasanya kita melihat yang menyembelih hewan kurban adalah laki-laki. Namun kali ini ada peserta perempuan, dan itu menunjukkan adanya kesetaraan gender dalam bidang ini,” ujar Naharuddin saat ditemui usai pelatihan.

Ia menambahkan, tidak ada larangan bagi perempuan untuk menjadi juru sembelih. Menurut ijma’ ulama, penyembelihan tetap sah selama syarat-syarat utama terpenuhi, yakni beragama Islam, baligh, berakal sehat, mampu menyembelih dengan sempurna, menggunakan alat tajam, serta menyebut nama Allah dalam hal ini Bismillah.

Dengan keikutsertaan perempuan, pelatihan Juleha membuka ruang baru bagi kaum hawa untuk mendalami ilmu penyembelihan halal. Hal ini sekaligus memperluas peran perempuan dalam ranah keagamaan dan sosial.

Meski demikian, Naharuddin menekankan pentingnya menjaga adab dan syariat. Peserta perempuan harus tetap menutup aurat, menghindari ikhtilat, serta memiliki kemampuan fisik yang memadai untuk melaksanakan tugas sebagai juru sembelih.

Kehadiran Icicha menjadi simbol bahwa pelatihan Juleha tidak hanya melahirkan juru sembelih yang kompeten, tetapi juga menegaskan bahwa kesempatan belajar dan berkontribusi dalam ibadah kurban terbuka bagi semua umat Islam, tanpa memandang gender.

Share:

Definition List

Unordered List