Parepare, (Kemenag Parepare) - Masjid Terapung BJ Habibie di Kota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan, terus menjadi magnet wisata religi sekaligus pusat peribadatan yang membanggakan. Berlokasi di kawasan Pantai Mattirotasi, masjid yang berdiri megah di atas laut dengan 300 pancangan tiang ini diresmikan pada tahun 2022-2023 dan didedikasikan untuk Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie.
Masjid yang
berada di Kelurahan Cappa Galung,
Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare ini memiliki arsitektur khas
Timur Tengah dengan menara setinggi 83
meter yang menjulang anggun di tepi laut. Pemandangan laut lepas serta
ombak yang berkejaran menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah dan wisatawan
yang berkunjung.
Letaknya yang
strategis di jalur transportasi utama
Sulawesi menjadikan Masjid Terapung BJ Habibie sebagai titik
persinggahan favorit bagi para musafir. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat
beribadah, tetapi juga lokasi beristirahat dan berwisata religi yang ramah anak, ramah difabel, serta ramah
pemudik, khususnya menjelang libur
akhir tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026.
Selain berfungsi
sebagai pusat ibadah, masjid ini berkembang menjadi kawasan wisata religi yang
hidup. Jemaah dan pengunjung dari berbagai daerah, baik yang melintasi jalur
Makassar menuju Pinrang, Polewali Mandar, Mamuju, Sidrap, Wajo, Bone, Palopo,
hingga Luwu Raya, kerap singgah untuk menunaikan salat, beristirahat, menikmati
panorama kota, serta mencicipi aneka kuliner. Kawasan masjid juga dilengkapi
dengan los, kios, dan toko kuliner
wisata religi yang setiap hari ramai pengunjung.
Pemberdayaan
masjid yang berdampak luas ini sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama Republik Indonesia, sekaligus menjadi
bukti nyata toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Parepare yang
majemuk. Atas dasar itulah, Masjid Terapung BJ Habibie ditetapkan sebagai “Masjid Ramah Pemudik” dan dibuka selama 24 jam untuk melayani jemaah
dan masyarakat umum.
Menjelang Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,
masjid ini menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat, baik warga Parepare
maupun pendatang dari luar daerah, untuk menikmati libur panjang dengan nuansa
religi. Mereka singgah untuk beribadah, beristirahat, menikmati kuliner, lalu
melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan masing-masing. Sebuah praktik nyata
konsep Masjid Ramah Pemudik yang
digaungkan Kementerian Agama RI.
Dalam upaya
memakmurkan masjid dan meningkatkan religiusitas masyarakat, Kementerian Agama Kota Parepare terus
menjalin kolaborasi erat dengan Pemerintah
Daerah Kota Parepare. Salah satu wujudnya adalah program pembinaan dan
bimbingan pengetahuan agama Islam bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas IX,
yang dilaksanakan selama tiga hari dua
malam melalui kerja sama dengan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare.
Program ini
bertujuan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid, membiasakan ibadah,
menghormati orang tua dan guru, serta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an
dengan baik dan benar. Tidak hanya bagi pelajar, ASN dan pejabat Pemerintah Kota Parepare juga diimbau oleh Wali
Kota Parepare untuk aktif mengikuti Safari
Dakwah Pemerintah Daerah yang rutin dilaksanakan selama tiga hingga empat pekan.
Seluruh program
tersebut dilaksanakan melalui sinergi Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah
dengan tujuan besar mewujudkan
masyarakat Kota Parepare yang terbaik, sejahtera, dan maju. Terbaik
dalam pengamalan ibadah dan kecintaan terhadap masjid, sejahtera melalui
keberkahan doa dan usaha masyarakat yang beriman dan bertakwa, serta maju dalam
penguatan ekonomi, budaya, sosial, hukum, dan pemberantasan buta aksara
Al-Qur’an.
Dengan peran
strategisnya, Masjid Terapung BJ
Habibie tidak hanya menjadi ikon wisata religi, tetapi juga simbol
persatuan, toleransi, dan kemajuan spiritual masyarakat Kota Parepare.(Hasan/Wn)


0 comments:
Posting Komentar