Parepare, (Kemenag
Parepare) — Musyawarah Daerah (Musda) II Persatuan Guru Madrasah Indonesia
(PGMI) Kota Parepare resmi menetapkan Rusman Madina sebagai Ketua
PGMI Periode 2025–2030. Pemilihan tersebut berlangsung pada Kamis, 4 Desember
2025, di Aula Pondok Pesantren DDI Lilbanat Parepare.
Mengusung tema “Penguatan
Kompetensi Guru dan Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045,”
Musda II menjadi momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan serta
kepemimpinan organisasi guru madrasah lima tahun ke depan.
Pelaksanaan Musda dihadiri pengurus, perwakilan guru madrasah,
serta delegasi dari empat kecamatan di Kota Parepare. Sidang dipimpin presidium
yang terdiri dari Muhammad Ridwan AR, Irham, dan Sinar, yang memandu
seluruh proses mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus demisioner,
pembahasan komisi, hingga tahap pemilihan ketua.
Dalam sambutannya, Ketua PGMI
demisioner Hj. Martina
mengapresiasi peran seluruh pengurus selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan
bahwa PGMI harus terus menjadi wadah penguatan kompetensi guru madrasah di
tengah tantangan pendidikan yang semakin dinamis.
“Saya berharap PGMI Kota Parepare
dapat terus berkembang dan menjadi organisasi yang kuat dan solid bagi seluruh
guru madrasah. Tantangan pendidikan terus berubah, dan PGMI harus siap menjadi
garda terdepan dalam meningkatkan mutu pendidik,” ujarnya.
Pemilihan ketua dilakukan melalui
mekanisme voting dengan melibatkan perwakilan dari empat kecamatan serta tiga
suara dari steering committee. Sistem ini mencerminkan semangat
musyawarah dan keterwakilan yang menjadi karakter organisasi.
Setelah melalui proses
penghitungan suara yang transparan, Rusman Madina berhasil meraih
dukungan terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua PGMI Kota Parepare Periode
2025–2030. Para peserta Musda menyambut keputusan tersebut dengan antusias
sebagai tanda dukungan terhadap kepemimpinan baru.
Dalam sambutan perdananya, Rusman
Madina menyampaikan rasa syukur serta komitmennya untuk menghadirkan organisasi
yang lebih progresif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan guru
madrasah.
“Amanah ini merupakan tanggung
jawab besar. Insyaallah, PGMI harus hadir sebagai organisasi yang inklusif dan
berdaya saing serta mampu menjawab tantangan pendidikan madrasah ke depan,”
tegasnya.
Usai penetapan, presidium sidang Muhammad Ridwan
menyerahkan mandat Musda kepada ketua terpilih. Sesuai ketentuan organisasi,
ketua diberikan waktu maksimal satu bulan untuk menyusun formatur dan
menetapkan program kerja sebagai pedoman kepengurusan periode 2025–2030.
Musda II PGMI Kota Parepare tahun
ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi, penguatan jaringan guru
madrasah, serta revitalisasi strategi peningkatan profesionalisme pendidik.
Dengan kepemimpinan baru, PGMI Parepare optimistis dapat berperan lebih besar
dalam mendukung pembangunan pendidikan menuju visi Indonesia Emas 2045.(Akbar/Wn)


0 comments:
Posting Komentar