Parepare, (Kemenag Parepare) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Parepare menggelar kegiatan Peringatan Hari Ibu ke-97 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Senin, 22 Desember 2025.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri
oleh pengurus dan anggota DWP, jajaran pejabat Kementerian Agama, serta para
tamu undangan. Momentum ini menjadi ajang refleksi dan apresiasi atas peran
perempuan, khususnya ibu, dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kementerian Agama Kota
Parepare, Ny. Hj. Nuraedah Irfan Daming, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu
bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat akan kemuliaan dan kekuatan doa
seorang perempuan.
“Ada tiga perempuan yang paling mustajab doanya, yaitu doa
ibu kepada anaknya, doa istri kepada suaminya, dan doa anak perempuan kepada
kedua orang tuanya,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan momentum ini sebagai
upaya meningkatkan apresiasi, penghargaan, serta dukungan terhadap sosok ibu
yang senantiasa mendampingi, membimbing, dan mencurahkan kasih sayang tanpa
batas. Menurutnya, mendorong kesetaraan dan saling menghargai merupakan bagian
penting dari kegiatan DWP.
Ny. Hj. Nuraedah juga menekankan bahwa Kementerian Agama
memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kemuliaan seorang ibu. Ibu adalah
pendidik tauhid dan akhlak, madrasah pertama bagi anak-anak, serta sosok yang
menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan menjadi benteng awal dalam
menangkal paham ekstremisme.
“Di tangan ibulah anak mengenal Tuhannya. Oleh karena itu,
DWP harus menjadi contoh dalam melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan cerdas,”
tambahnya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para suami agar
senantiasa menjaga dan memuliakan istri, karena doa istri adalah perisai
terkuat bagi suami, dan ketulusan seorang istri adalah penguat langkah dalam
pengabdian kepada keluarga dan instansi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Parepare, H. Irfan Daming, dalam sambutannya menyampaikan pesan yang sarat
makna tentang pentingnya saling memahami, menghargai, dan menyayangi pasangan
dalam rumah tangga.
“Perbedaan pendapat dalam sebuah rumah tangga adalah hal
yang lumrah. Ketika suami dan istri saling memahami perbedaan dan menerima
kekurangan, di situlah rahmat rumah tangga akan hadir,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keindahan seorang istri tidak hanya
terletak pada penampilan, tetapi pada kepribadian, ilmu, dan akhlaknya. “Seorang
istri tidak hanya perlu memperhatikan keindahan fisik, namun juga kepribadian
dan akhlaknya. Jika agamanya baik, maka keluarga akan terjaga,”imbuhnya.
Menurutnya, perempuan yang berpengetahuan dan aktif dalam
organisasi seperti Dharma Wanita akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,
cerdas, dan mampu menjadi pendamping terbaik bagi suami serta pendidik utama
bagi anak-anaknya.
Olehnya itu, ia mengajak para suami untuk terus memberikan
dukungan kepada istri agar aktif dalam kegiatan DWP, karena peran perempuan
sangat besar dalam membangun ketahanan keluarga dan kualitas generasi masa
depan.
Suasana bahagia dan penuh kehangatan semakin terasa saat
momen para suami memberikan bunga kepada istri sebagai simbol cinta,
penghargaan, dan rasa terima kasih atas kesetiaan serta pengabdian para
perempuan yang senantiasa mendampingi dalam setiap langkah kehidupan.
Kegiatan ditutup dengan ungkapan terima kasih atas kehadiran
seluruh peserta, disertai harapan agar Dharma Wanita Persatuan Kementerian
Agama Kota Parepare terus menjadi wadah penguatan peran perempuan dalam
mewujudkan keluarga yang harmonis, religius, dan berdaya.(Abul/Wn)



0 comments:
Posting Komentar