Parepare, (Kemenag Parepare) – Direktur Urusan Agama Islam
(Urais) Kementerian Agama (Kemenag) RI, H. Arsad Hidayat didampingi Kabid Urais
Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, H. Abdul Gaffar melakukan visitasi ke Kantor
Kementerian Agama Kota Parepare, No. 37, Kel. Cappa Galung, Kec. Bacukiki Barat
pada Jumat, 19 Desember 2025.
Adapun maksud kedatangan rombongan, untuk meninjau lokasi
pembangunan gedung Pusat Observasi Bulan (POB) yang akan dipusatkan di Kantor
Kementerian Agama Kota Parepare. Sebagaimana diketahui, Kota Parepare merupakan
satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang direkomendasikan untuk lokasi
pembangunan gedung Pusat Observasi Bulan (POB).
Setibanya di
Parepare, Arsad Hidayat beserta rombongan diantar langsung oleh Kepala
Subbagian Tata Usaha, H. Syaiful Mahsan dan Kepala Seksi Bimas Islam, H. Hasan
Basri meninjau titik lokasi pembangunan POB yang berada di kawasan Kantor
Kemenag Kota Parepare. Usai melakukan peninjauan, ia menyatakan bahwa lokasi
tersebut sangat layak dan strategis untuk pembangunan Pusat Observasi Bulan.
“Kami beserta tim
dari Direktorat Urusan Agama Islam sengaja datang ke Kantor Kementerian Agama
Kota Parepare untuk melihat langsung titik lokasi yang nantinya akan dijadikan
Pusat Observasi Bulan,” ujar Arsad.
Ia menambahkan,
setelah mencermati kondisi lokasi dan wilayah sekitarnya, posisi tersebut
dinilai sangat ideal untuk kegiatan rukyatul hilal. Lokasi yang langsung
menghadap ke laut dinilai bebas dari hambatan visual.
“Jika dilakukan
pengamatan di akhir bulan hijriah untuk melihat kemunculan hilal, tempat ini
sangat strategis karena langsung menghadap laut dan tidak ada penghalang. Saya
juga melihat tidak ada gedung-gedung tinggi di sekitarnya yang bisa menghalangi
proses rukyatul hilal,” jelasnya.
Namun demikian,
Arsad menegaskan pentingnya menjaga kawasan sekitar agar tetap mendukung fungsi
POB ke depan. Ia berharap tidak ada pembangunan gedung, hotel, atau bangunan
tinggi yang dapat mengganggu aktivitas observasi.
“Ke depan,
diharapkan tidak ada bangunan yang lebih tinggi dari POB. Untuk itu, kami
meminta Kementerian Agama Kota Parepare, khususnya bidang Bimas Islam, agar
melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan para pemilik lahan di sekitar
lokasi,” tegasnya.
Menurut Arsad,
keberadaan Pusat Observasi Bulan di Parepare akan memiliki peran strategis
dalam penetapan awal bulan Islam, termasuk awal Ramadan, Idulfitri, dan
Iduladha.
“Ini sangat
penting dan saya pikir lokasinya luar biasa layak untuk mendukung penetapan
awal bulan Islam secara akurat dan ilmiah,” pungkasnya.
Visitasi ini
menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan pembangunan Pusat Observasi
Bulan di Kota Parepare, sekaligus menegaskan posisi strategis daerah tersebut
dalam mendukung layanan keagamaan berbasis sains dan akurasi astronomi.(Achy/Wn)



0 comments:
Posting Komentar