--

Menghimpun seluruh berita, tulisan, jurnal bernuansa agama yang dapat menyatukan ummat

Perempuan Ikut Pelatihan Juleha, LPH Insan Kamil Tunjukkan Kesetaraan Jelang Idul Adha

 

PAREPARE, JournalisSantri.Com – Menyambut Idul Adha 2026, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Pusat Halal Insan Kamil kembali menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Juleha Kabupaten Majene. Program ini telah diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, menegaskan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas penyembelihan sesuai syariat Islam.

Pelatihan Juleha bertujuan memperdalam pengetahuan para juru sembelih mengenai tata cara penyembelihan yang sesuai syariat sekaligus menjaga kesehatan hewan. Dengan bekal ini, diharapkan proses pemotongan hewan kurban berjalan lebih profesional dan sesuai aturan agama.

Kegiatan terbaru berlangsung Ahad (24/5/2026) di Cafe LND Nusantara, Parepare. Puluhan peserta hadir baik secara luring maupun daring, mencerminkan antusiasme masyarakat Sulawesi Selatan terhadap pelatihan ini.

Yang menarik, pelatihan kali ini diikuti oleh seorang perempuan bernama Icicha asal Amparita, Kabupaten Sidrap. Kehadiran Icicha menjadi sorotan karena profesi juru sembelih selama ini identik dengan kaum laki-laki.

Ketua LPH Pusat Halal Insan Kamil, Naharuddin, membenarkan adanya peserta perempuan dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa kesempatan untuk menjadi juru sembelih halal terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat.

“Biasanya kita melihat yang menyembelih hewan kurban adalah laki-laki. Namun kali ini ada peserta perempuan, dan itu menunjukkan adanya kesetaraan gender dalam bidang ini,” ujar Naharuddin saat ditemui usai pelatihan.

Ia menambahkan, tidak ada larangan bagi perempuan untuk menjadi juru sembelih. Menurut ijma’ ulama, penyembelihan tetap sah selama syarat-syarat utama terpenuhi, yakni beragama Islam, baligh, berakal sehat, mampu menyembelih dengan sempurna, menggunakan alat tajam, serta menyebut nama Allah dalam hal ini Bismillah.

Dengan keikutsertaan perempuan, pelatihan Juleha membuka ruang baru bagi kaum hawa untuk mendalami ilmu penyembelihan halal. Hal ini sekaligus memperluas peran perempuan dalam ranah keagamaan dan sosial.

Meski demikian, Naharuddin menekankan pentingnya menjaga adab dan syariat. Peserta perempuan harus tetap menutup aurat, menghindari ikhtilat, serta memiliki kemampuan fisik yang memadai untuk melaksanakan tugas sebagai juru sembelih.

Kehadiran Icicha menjadi simbol bahwa pelatihan Juleha tidak hanya melahirkan juru sembelih yang kompeten, tetapi juga menegaskan bahwa kesempatan belajar dan berkontribusi dalam ibadah kurban terbuka bagi semua umat Islam, tanpa memandang gender.

Share:

Definition List

Unordered List